Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net
Tampilkan postingan dengan label Berita Luar Negeri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Luar Negeri. Tampilkan semua postingan

Badai Tropis Agatha Timbulkan Lubang Besar

Kamis, 03 Juni 2010


Badai tropis Agatha yang mengguncang wilayah Amerika Tengah, Sabtu (29/5), menimbulkan duka mendalam. Ratusan jiwa menjadi korban. Bangunan dan rumah penduduk banyak yang runtuh. Dan yang lebih mengerikan, badai ini menimbulkan lubang besar di Guatemala.


Lubang besar itu ada di daerah utara ibu kota Guatemala, yakni Guatemala City. Sebelum lubang terbentuk, di sana tempat berdirinya gedung berlantai tiga. Saat badai menerjang, gedung bertingkat itu roboh dan masuk ke dalam tanah. Bersamaan dengan sebuah rumah di dekatnya, gedung itu lenyap bagaikan ditelan bumi. Jumlah korban jiwa akibat peristiwa ini belum dapat dipastikan.

Sebenarnya warga sudah tak begitu terkejut dengan musibah itu. Alasannya, karena tahun lalu kasus serupa juga terjadi di daerah sekitar kawasan tersebut. Menurut dugaan warga, musibah terjadi karena sistem saluran air yang memprihatinkan.

Sistem penyaluran yang tak baik itu mengakibatkan tanah mudah lapuk karena senantiasa terkikis air. Dampaknya, ketika badai Agatha menerjang, tanah mudah longsor ke dalam perut bumi. Nah hingga kini, para ahli pun masih menyelidiki sumber penyebab pastinya.

Korban Badai

Badai tropis Agatha yang menerjang kawasan Amerika Tengah menyebabkan banjir dan tanah longsor. Bencana itu menelan 144 korban jiwa dan membuat ribuan orang lainnya kehilangan rumah. Menurut laporan Sydney Morning Herald, Selasa (1/6), korban terbanyak ada di Guatemala yakni 120 orang. Sementara di Honduras 15 orang dan 9 orang di El Salvador.

Read More..

Pameran Pertanian

Selasa, 01 Juni 2010


Champs-Elysees, salah satu pusat keramaian di kota Paris, disulap menjadi area pertanian. Aneka macam tanaman sayur, buah, dan bunga seakan-akan tumbuh di daerah itu. Ini adalah ide para petani muda Prancis untuk memperkenalkan hasil pertanian negerinya. Mereka menggelar pameran pertanian bertema “Nature Capitale” atau “Ibukota Alam”.



BBC bercerita, Minggu (23/5), ada sekitar 150.000 tanaman yang dipamerkan. Itu termasuk 650 pohon-pohon besar yang sedang tumbuh. Nah, pameran ini diharapkan bisa menarik minat pengunjung untuk membeli produk pertanian lokal.

Read More..

Program Anak Melawan Kelaparan

Rabu, 12 Mei 2010


Teman-teman, apakah kamu pernah membuat kegiatan amal memberi makanan untuk orang tidak mampu? Bila belum, cobalah tiru teman-teman dari Gehlen Catholic School (GCS) di Kota Le Mars, Iowa. Setiap anak menyumbang uang 27 dollar AS atau Rp250.000. Uang yang terkumpul dibelikan makanan, seperti beras, kacang, bumbu dan vitamin.


Makanan itu dicampur dengan takaran khusus, lalu dibungkus dan dipak. Pekerjaan itu dilakukan secara bergantian selama 1,5 jam per anak. Hasilnya, para pelajar bisa mengemas 190.000 kotak makanan. Setelah siap, makanan itu dikirimkan kepada keluarga miskin di Honduras.


Apa yang dilakukan para pelajar GCS itu, merupakan program Kids Agains Hunger (KAH). KAH adalah organisasi nonlaba di Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 2005. Program utama mereka adalah mengurangi jumlah anak-anak yang kurang gizi atau kelaparan di AS dan di negara-negara miskin. KAH melibatkan anak-anak untuk mengumpulkan dana. Anak yang menyumbang dana, ikut dilibatkan dalam mengemas makanan yang akan dibagikan. Begitu cerita dari situs KTIV, Minggu (9/5).

Read More..

Ada Kehidupan di Planet Mars


Teman-teman, apakah kamu merasakan kini cuaca terasa semakin panas. Contohnya, suhu udara di Aceh yang mencapai sekitar 35 derajat celcius. Nah, menurut penelitian ilmuwan dari University of New South Wales di Australia, bumi akan menjadi terlalu panas untuk manusia pada tahun 2300. Dalam waktu 3 abad ke depan itu, kenaikan suhu bumi mencapai 10—12 persen. Jadi, dapat kita bayangkan betapa panasnya Aceh pada tahun 2300.


Dari penelitian, kenaikan suhu bumi terjadi karena kegiatan manusia seperti emisi gas rumah kaca. Bila kita tidak segera bertindak, pada 3 abad mendatang, efek dari perubahan iklim akan terjadi. Contohnya, permukaan air laut meningkat, gelombang panas, kebakaran semak, hilangnya keragaman hewan dan tanaman, serta kesulitan pertanian. Artinya, suhu bumi yang panas itu dapat memengaruhi daya hidup segala spesies yang ada di bumi, termasuk manusia. NZ Herald melaporkan, Selasa (11/5), penelitian ini dimuat dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) di Amerika Serikat.

Read More..